Rahmadilla Widi Setianingtyas S.Pt, lahir di Semarang pada 18 Agustus 1992, adalah alumni Program Studi S1 Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro angkatan 2010 yang kini sukses meniti karier di dunia bisnis. Ia menyelesaikan studinya pada tahun 2014 dengan prestasi akademik yang membanggakan dan lulus cumlaude dengan IPK 3,78. Semasa kuliah, Rahmadilla aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa seperti Nuansa Press dan BEM KM UNDIP. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan kompetisi mahasiswa seperti lomba debat hingga lomba olahraga antar fakultas. Aktivitas inilah yang mengasah kepemimpinan, komunikasi, dan daya juang yang menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya hingga saat ini.
Setelah lulus, Rahmadilla menapaki perjalanan panjang di industri pakan ternak. Ia pernah bekerja sebagai Formulator di PT. Malindo Feedmill, kemudian bergabung dengan PT. Maqpro Biotech Indonesia sebagai Technical Services and Sales, serta melanjutkan kiprahnya sebagai Nutritionist di PT. BEC Feed Solutions Indonesia dan PT. Rajawali Mitra Pakanindo. Dari berbagai posisi tersebut, ia memperoleh banyak pengalaman khususnya di bidang formulasi pakan, proses produksi hingga membangun komunikasi dengan mitra serta pendampingan peternak di lapangan. Semua pengalaman ini memperkaya pengetahuannya tentang bagaimana membangun usaha peternakan dari hulu hingga hilir sekaligus membuka wawasan terkait tantangan yang dihadapi para peternak di Indonesia.
Berbekal pengalaman panjang dan tekad kuat, Rahmadilla akhirnya memberanikan diri membangun usaha dari nol dengan mendirikan CV. Superfeed Berdikari Utama pada tahun 2020 di Kudus, Jawa Tengah. “Awal membangun CV Superfeed ini, saya harus bolak-balik Kudus-Surabaya, karena posisi saya masih bekerja juga di Surabaya”, cerita Rahmadilla saat ditemui di pabrik pakan miliknya. Pada saat awal berdiri, CV Superfeed fokus pada produksi pakan ternak. Saat ini, pengembangan bisnis Rahmadilla tidak hanya pada produksi pakan, namun juga diperluas hingga kemitraan ayam petelur dan domba.
Perjalanan membangun bisnis ini penuh jatuh bangun: keterbatasan modal, membangun jaringan dari awal, hingga bersaing dengan perusahaan besar yang sudah mapan. Namun berkat ketekunan, inovasi, dan komitmen terhadap kualitas, CV Superfeed yang memproduksi pakan dengan nama “Royal Superfeed” ini berkembang menjadi perusahaan pakan lokal yang diperhitungkan di kancah nasional. Kini, perusahaan ini tidak hanya memproduksi pakan unggas dan ruminansia, tetapi juga premix, serta menjalankan program kemitraan dengan peternak. Salah satu program unggulan adalah kemitraan domba, di mana perusahaan menyediakan bibit, pakan, hingga membeli kembali domba siap panen. Program ini tidak hanya membantu peternak meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan ekosistem usaha yang saling menguntungkan.



Selain itu, CV Superfeed juga aktif memberikan pendampingan lapangan, konsultasi formulasi pakan, dan program kemitraan ayam petelur. Pendekatan ini menjadikan perusahaan bukan sekadar produsen pakan, melainkan mitra strategis bagi peternak. Dengan strategi yang terintegrasi, Rahmadilla berupaya membangun hubungan jangka panjang dengan para peternak, sehingga usaha yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Dedikasi Rahmadilla tidak berhenti pada bisnis. Ia menjalin MoU dengan Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP sebagai bentuk kontribusi nyata kepada almamater. Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), CV. Superfeed telah menerima tujuh mahasiswa S1 Peternakan untuk magang industri. Mahasiswa tersebut mendapatkan pengalaman langsung dalam formulasi pakan, manajemen produksi, hingga pendampingan peternak. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana dunia usaha dan pendidikan dapat berjalan beriringan, saling mendukung, dan melahirkan generasi baru yang siap menghadapi tantangan industri peternakan.
Kisah Rahmadilla Widi Setianingtyas adalah inspirasi bagi generasi muda yang ingin menapaki jalan wirausaha, khususnya di bidang peternakan. Ia membuktikan bahwa keberanian memulai dari nol, ketekunan menghadapi rintangan, serta inovasi yang berkelanjutan dapat melahirkan karya besar yang bermanfaat bagi masyarakat. Dari seorang mahasiswa aktif organisasi hingga menjadi pemilik perusahaan pakan ternak, Rahmadilla menunjukkan bahwa wirausaha di sektor peternakan bukan hanya menjanjikan masa depan cerah, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.
Lebih jauh lagi, perjalanan Rahmadilla menegaskan bahwa wirausaha di bidang peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh generasi muda. Sektor ini tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan peternak, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan pangan bangsa. Dengan pengalaman jatuh bangun membangun usaha, Rahmadilla menjadi contoh nyata bahwa kegigihan dan visi yang jelas mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Ia berhasil membuktikan bahwa usaha lokal dapat bersaing dengan perusahaan besar, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Bagi mahasiswa dan lulusan baru, kisah Rahmadilla dapat menjadi dorongan untuk berani memulai langkah di dunia wirausaha. Dunia peternakan bukanlah bidang yang statis, melainkan penuh peluang bagi mereka yang mau berinovasi dan bekerja keras. Rahmadilla telah menunjukkan bahwa dengan dedikasi, keberanian, dan komitmen, wirausaha di bidang peternakan dapat menjadi jalan menuju kesuksesan sekaligus kontribusi nyata bagi bangsa.